Rabu, 21 Mei 2025

Pada Luka, Kuucap Selamat Tinggal

pada luka,

aku temukan diriku bukan sebagai korban,

melainkan saksi

bahwa rasa tak selalu ingin dimiliki

kadang hanya ingin diakui—

seperti senja yang tak meminta malam

tapi tetap menggelap dengan anggun


kau pernah jadi tanya

yang kupeluk tanpa ingin tahu jawabnya,

karena dalam diammu

ada ruang yang tak bisa dipetakan logika

dan aku,

memilih tinggal bukan karena tak tahu arah,

tapi karena ingin percaya

bahwa tak semua perjalanan butuh tujuan


aku menjadi waktu

yang bersabar di antara detik-detikmu,

bukan untuk menunggumu kembali

tapi untuk melihat

seberapa dalam aku bisa mengenal kehilangan

tanpa mengubahnya jadi kebencian


dan kau,

mungkin hanyalah bayang

yang dipinjamkan semesta

agar aku belajar

bahwa keindahan pun bisa sementara,

dan itu tak membuatnya kurang berarti


maka hari ini,

dengan hati yang tak lagi menggenggam

dan jiwa yang telah cukup patah untuk menjadi utuh—

kuucap selamat tinggal,

bukan sebagai akhir,

melainkan sebagai isyarat

bahwa aku telah sampai

pada pengertian:

bahwa cinta yang sejati

tak selalu harus tinggal

untuk tetap abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TITIP

Barangkali kita tak pernah benar-benar bertemu— hanya dua sunyi yang bersisian sebentar di bawah cuaca yang sama. Tak ada janji. Tak ada kat...