sebelum cahaya tahu caranya merangkai pagi,
ada bisu yang melintasi tanpa jejak
ia tak datang dan tak pergi
seperti sungai yang lupa tujuan
namun tetap setia memeluk tebing
hening bukan kekosongan,
melainkan wujud tanpa rupa,
hembusan pertama dari yang tak terucap,
bayang yang lahir tanpa tubuh
di antara detak dan kelopak waktu
terhampar kehadiran tanpa bentuk
sebagai aroma tanpa bunga
sebagai pandang tanpa mata
hening tak meminta percaya,
ia adalah ruang antara tanya dan jawaban,
udara yang mengisi dada saat doa terlupa,
diam yang menyisakan ruang untuk mendengar
jika bunyi adalah gelombang,
hening adalah laut yang menenangkan
tak menuntut, tak menolak—
hanya memeluk luka dan puji dalam riak yang lembut
dan saat dunia kehilangan kata untuk bicara,
hening tetap tinggal sebagai rahasia
yang diam-diam menyimpan
keabadian dalam ketidaktahuan.