(Sebuah pengembaraan dalam ketidak pastian yang indah)
Aku tak tahu siapa yang kusebut
saat hati ini mengatup pelan dalam senyap,
saat napas mengusung satu nama
yang tak pernah kupelajari.
Kau tak pernah datang,
tapi jejakmu ada di setiap diam.
Seperti embun pada daun yang tak memanggil hujan,
kau tiba begitu saja,
dan entah bagaimana,
segala yang beku menjadi hangat.
Aku mengenalmu dari cara pagi menyentuh jendela,
dari gemetar halus yang muncul
saat seseorang menyebut "cinta"
tanpa tahu siapa yang dimaksud.
Langkahku bukan menuju tempat,
hanya mengulang desir
yang barangkali pernah kau kirim
melalui desir angin
atau garis di telapak waktu.
Jika yang kurindu adalah sosok,
mengapa doaku begitu sunyi dan dalam?
Jika yang kusapa adalah langit,
mengapa wajahmu terasa begitu dekat,
seperti pernah kutemui di balik tirai mata?
Ada sesuatu tentangmu
yang tak bisa kuucapkan
tanpa kehilangan maknanya.
Maka kubiarkan saja rindu ini hidup
dalam bentuk yang tak kupahami.
Dan bila aku tak sampai,
biarlah perjalanan ini menjadi doa
yang tak pernah mengharap pulang,
hanya ingin terus berjalan
menuju sesuatu
yang rasanya… sepertiMu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar