Engkau rahasia
yang tak selesai kusebut.
Setiap bibir hendak memanggil,
dadaku telah penuh.
Kau hadir tanpa datang,
tinggal tanpa menetap—
sunyi yang manis,
mengusik tidurku.
Cinta ini
bukan yang kugenggam,
melainkan yang menggenggamku.
Aku padamu
seperti laut pada bulan:
tak menyentuh,
namun pasang.
Seperti bayang pada cahaya:
hidup olehnya,
hilang bila berpaling.
Rindu bukan jarak.
Hanya arah
yang lupa pulang.
Dan bila namaku luruh,
biarlah satu getar tinggal—
tanpa suara,
tanpa nama,
namun ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar