ada yang tumbuh di matamu,
bukan lagi tanya, tapi luka yang tahu arah
dan tawa yang mulai menjaga jarak
dari tangan yang dulu menimangmu.
kau bukan lagi anak-anak
yang bertanya karena ingin tahu—
kau bertanya karena tak ingin dibohongi.
dan itu baik.
sebab dunia ini tak selalu adil,
dan kadang kita harus berdamai
bukan dengan dunia,
tapi dengan bayangan harapan kita sendiri.
aku tak menjanjikan masa depan,
tapi aku berdiri dalam sunyi di belakangmu—
menjadi diam yang tak pernah berpaling,
meski sinarmu memilih arah lain.
kau akan tahu, suatu hari nanti:
menjadi perempuan
tak harus selalu kuat di luar.
cukup jujur kepada luka,
dan tak kehilangan peta
saat cinta datang dengan banyak wajah.
dan bila semua suara terasa menjauh,
kau hanya perlu duduk sebentar,
dan membaca diamku.
karena diamku bukan hening—
ia adalah namamu
yang terus-menerus kupanjatkan
tanpa suara,
agar pulangmu tetap punya arah,
meski langkahmu telah jauh dari pangkuanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar