Aku menunggu
di batas senja yang tak akan tiba,
seperti angin yang berputar tanpa suara,
mencari tempat yang tak pernah ada.
Waktu merengkuhku tanpa kata,
hanya meninggalkan jejak
yang tak mampu kupahami—
karena ia hanya bisa dikenali
oleh yang tak terlihat.
Apa yang kucari?
Bukan jawaban yang akan datang,
tapi sebuah kesunyian
yang kini menjadi rumahku.
Penantian ini adalah cahaya
yang terpatri dalam gelap,
bukan untuk dilihat,
tapi untuk diterima
oleh jiwa yang tidak perlu lagi bertanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar