Rabu, 23 April 2025

Jejak dalam diam

 Aku mencintaimu

seperti senyap mencintai gema:

tak pernah bersua,

namun saling menyentuh

di ruang yang tak disebut nama.


Engkau bukan hadir, bukan pula tiada—

kau adalah jeda

di antara detak

yang tak kupahami,

namun selalu kutunggu,

seperti hujan yang nyaris turun

di langit senja yang tak kunjung berubah warna.


Namamu tak pernah kusebut,

bukan karena lupa,

melainkan karena ia terukir

di sela-sela napasku,

terlalu suci

untuk lidah yang masih mencicip

rasa dunia.


Aku mengingatmu

seperti bau tanah basah

yang muncul setelah hujan,

tak terlihat,

tapi membuat rinduku tumbuh

bahkan saat tak ada bunga yang mekar.


Dan bila suatu saat

semesta bergetar tanpa sebab,

percayalah—

itu aku:

bukan hadir, bukan lenyap,

hanya cinta

yang tak perlu disebut,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TITIP

Barangkali kita tak pernah benar-benar bertemu— hanya dua sunyi yang bersisian sebentar di bawah cuaca yang sama. Tak ada janji. Tak ada kat...