Aku menunggu,
di ujung malam yang tak pernah benar-benar tidur,
seperti bayang yang tak berani bersentuhan
dengan cahaya yang hampir datang,
namun tetap menghilang sebelum sempat menyapa.
Cinta ini, apakah kau rasakan?
Seperti matahari yang tetap menatap cakrawala,
meski tenggelam di balik laut yang kelam,
tak pernah lelah mengalirkan sinarnya
meski tak ada yang bisa menerima.
Bukan jawab yang kucari,
tetapi ruang yang engkau tinggalkan,
seperti jejak langkah yang hilang di pasir,
terhapus oleh ombak yang tak pernah tuntas
menghapus semua kenangan yang terpatri dalam hati.
Penantian ini,
seperti hujan yang menunggu jatuh
di langit yang tak lagi percaya pada awan,
bukan karena ia tak ingin memberikan airnya,
tetapi karena ia tahu,
keheningan adalah ruang di mana cinta tumbuh
tanpa suara, tanpa perlu nama.
Aku menunggu bukan untuk melihatmu datang,
tetapi untuk merasakan dirimu kembali,
meski hanya dalam bayang yang menghilang,
dalam setiap napas yang tak pernah berhenti
menyebut namamu dalam diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar