Selasa, 15 Juli 2025

Pelan-pelan Aku mengering

Kita pernah jatuh,

seperti hujan pertama yang disambut hangat

oleh aroma tanah.

Kau bilang itu pertanda:

segala yang tumbuh akan dimulai dari situ.


Tapi aku lupa,

hujan tak tinggal.

Ia datang hanya untuk membasahi,

lalu menguap—

kadang sebelum sempat disyukuri.


Sekarang aku paham,

kau bukan salah musim,

aku saja yang terlalu ingin

segala yang basah menjadi abadi.


Kita adalah hujan

yang sudah sampai tanah.

Tak bisa kembali ke langit

dengan bentuk yang sama.


Dan aku,

tidak lagi menunggu.

Hanya duduk diam,

mendengarkan sisa langkahmu

yang masih tinggal

di lantai sunyi dalam diriku

yang perlahan

belajar kering.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TITIP

Barangkali kita tak pernah benar-benar bertemu— hanya dua sunyi yang bersisian sebentar di bawah cuaca yang sama. Tak ada janji. Tak ada kat...